Selasa, 25 Desember 2007

Menjadikan Ponsel Sebagai Sumber Penghasilan

Saat ini memiliki ponsel adalah hal yang wajar bagi sebagian besar orang. Ponsel bukan lagi barang mewah. Dari direktur perusahaan sampai tukang sayur memiliki ponsel. Dari pejabat tinggi sampai pesuruh kantor memiliki ponsel. Bahkan anak-anak SD pun sekarang sudah banyak yang menggunakan ponsel.

Bagi kebanyakan orang memiliki ponsel adalah urusan gaya hidup dan gengsi. Semakin bagus dan bermerek ponselnya, maka semakin banggalah ia. Siapa yang tidak bangga, kalau di antara teman-teman atau rekan sejawat ponsel kita memiliki bermacam-macam fitur yang canggih. Padahal kalau dipikir-pikir, bagi kebanyakan orang ponsel paling-paling digunakan untuk berbicara dan SMS saja.

Namun, bukan masalah itu yang ingin saya angkat. Saya hanya menyampaikan bahwa ponsel sekarang sudah menjadi kebutuhan dan keinginan banyak orang. Memasyarakatnya ponsel ini tentu akan diikuti dengan kebutuhan akan pulsa. Nah, di sinilah titik perhatian kita. Dengan kemajuan teknologi kita bisa menjadikan ponsel kita sebagai alat untuk berjualan pulsa misalnya. Dengan kata lain, kita ikut masuk ke bisnis pulsa ini dengan modal ponsel kita. Kelebihan dalam bisnis ini adalah kita tidak memerlukan persedaan barang dalan bentuk fisik. Kitapun tidak memerlukan ruang atau kantor khusus untuk berbisnis ini. Ya, modal kita hanya ponsel dan tentu saja hubungan baik dengan orang lain.

Nah, ada beberapa alternatif usaha dengan menggunakan ponsel ini.

Menjadi Agen Pulsa

Menjadi agen pulsa berarti kita menjadi pengecer pulsa. Untuk menjajakan pulsa sekarang ini kita tidak harus memiliki counter tertentu ataupun space khusus. Ya, karena sekarang berjualan pulsa bisa dilakukan dalam betuk pulsa elektrik. Artinya kita tidak perlu menyediakan persediaan voucher fisik.

Tidak seperti voucher fisik yang kita harus membeli dulu persediaan vouchernya, berjualan voucher elektrik kita cukup menyimpan sejumlah uang yang disebut deposit pada perusahaan penyedia voucher elektrik. Ketika kita menjual pulsa, maka otomatis deposit kita akan dikurangi sejumlah harga pulsa elektrik. Jumlah uang yang kita depositkan terserah pada kita sesuai dengan kemampuan keuangan kita serta tergantung pada frekuensi transaksi penjualan kita.

Keuntungan dari sistem ini adalah tidak adanya persediaan pulsa, tidak perlu tempat khusus, bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja sehingga tidak begitu tergantung pada waktu dan tempat. Bisnis ini cocok dilakukan oleh orang yang banyak kenalan dan relasinya. Dengan kata lain, berjualan pulsa bisa dilakukan ketika kita bekerja, bersilaturahmi atau sekedar ngobrol-ngobrol dengan tetangga.

Beberapa perusahaan di mana kita bisa bergabung menjadi agen pulsanya di antaranya adalah Ismart, Abadipulsa, Pulsa88 dan lain-lain.

Menjadi Dealer Pulsa

Selain kita menjadi agen pulsa, kita juga bisa bertindak sebagai dealer pulsa. Bedanya dengan agen pulsa adalah bahwa dealer pulsa biasanya bisa merekrut agen atau dealer pulsa baru. Selain bisa berjualan pulsa sendiri, dealer pulsa biasanya berhak atas bagian keuntungan yang dilakukan oleh agen atau dealer di bawahnya. Namun bagian keuntungan ini biasanya dibatasi sekitar tiga level di bawahnya.

Perbedaan yang lain biasanya untuk menjadi dealer pulsa kita mesti membayar biaya pendaftaran yang besarnya bervariasi di antara perusahaan-perusahaan penyedia pulsa ini. Besarnya biaya ini berkisar antara Rp50.000,- sampai dengan Rp150.000,-. Namun demikian biasanya kita juga akan mendapat bagian biaya pendaftaran ini kalau berhasil merekrut deler baru.

Bisnis Jaringan Pengisian Pulsa

Sekitar minggu pertama bulan Desember 2007, saya menemukan satu jenis lagi bisnis bermodalkan hape atau ponsel ini. Bisnis ini mengandalkan pada kekuatan jaringan yang kita buat. Sistem operasinya mirip MLM, dalam arti kita harus banyak merekrut member baru untuk meningkatkan penghasilan ini. Namun demikian, kelebihan dari bisnis ini kita tidak perlu membayar apapun untuk menjadi membernya. Dengan kata lain tak ada risiko kita kehilangan uang ketika menjadi member ini.

Kewajiban minimal kita hanya perlu mengisi pulsa hape kita melalui perusahaan ini dengan frekuensi minimal sekali sebulan dengan jumlah nominal berapapun. Syarat ini tak berisiko karena saya yakin kita semua pasti akan mengisi pulsa hape kita walaupun kita tidak ikut mejadi membernya. Harganyapun adalah harga yang wajar, bahkan harganya lebih murah daripada kita membeli secara eceran biasa.

Terus dari mana kita mendapatkan penghasilan? Sebelumnya saya jelaskan bahwa atas keuntungan yang diperoleh perusahaan ini (harga jual dikurangi harga beli), 30% untuk perusahaan dan 70% untuk member. Jumlah yang 70% inilah yang menjadi fokus kita. Nah, rumusan lengkapnya adalah sebagai berikut :

Atas transaksi yang dilakukan oleh kita (level 0), kita mendapatkan bagian keuntungan 10%,

Atas transaksi yang dilakukan member di bawah kita langsung (level 1) kita mendapatkan bagian keuntungan 6%,

Demikian juga atas transaski yang dilakukan member di bawah kita tidak langsung (level 2 sampai dengan level 10) kita akan mendapatkan bagian keuntungan 6%

Namun demikian, untuk transaksi level 11 dan berikutnya kita tidak lagi mendapatkan bagian keuntungan. Jadi hanya di batasi sampai level 10 saja.

Sebagai gambaran, jika kita memiliki tiga member langsung di bawah kita (L1) dan masing-masing member mendapatkan tiga lagi member dan seterusnya sampai level 10 (L10), maka jika masing-masing member bertransaksi sebulan sekali dengan keuntungan perusahaan Rp1000 dari masing-masing transaksi maka penghasilan Anda adalah Rp 5.314.320/bulan.

Untuk lebih jelasnya silahkan Anda kunjungi website promosi saya (setiap member nanti bisa mendapatkan website seperti ini untuk berpromosi) atau website resminya di sini.

O, ya, perusahaan yang menjalankan sistem ini adalah CV Dynasis yang beralamat di Ruko Taman Borobudur Indah No. 22 Jl. Puncak Borobudur Malang 65141, Telp : 0341-487092 Fax : 0341-487093, Customer Care: 0888.382.6969 ( Fren ); 0341-635.0035 (Star One).

Apabila Anda berminat bergabung menjadi member melalui saya silahkan kirim SMS dengan format :

Reg.No HP.Nama.Nama Bank.No Rekening

Contoh:

reg.0812345678.Budi Santoso.bca.4720090789

kirim ke nomor 08156580151

Apabila Anda memerlukan penjelasan lebih lanjut silahkan kontak saya di doeytea@plasa.com.

Kelola Risiko Keuangan Rumah Tangga Anda!

Di dunia ini, semua hal penuh ketidakpastian. Satu-satunya kepastian adalah ketidakpastian itu sendiri. Kita semua tidak tahu apa yang kan terjadi besok, lusa, minggu depan, bulan depan atau tahun depan. Apakah nasib baik atau nasib buruk yang akan kita dapatkan. Ya, ketidakpastian itu mengandung risiko. Dengan kata lain, kita semua menghadapi risiko.

Dalam hidup berumah tanggapun kita menghadapi ketidakpastian atau risiko ini. Ada risiko kehilangan pekerjaan, risiko kemtian, risiko sakit, risiko bisnis, risiko huru-hara, risiko bencana alam, resiko krisis ekonomi dan lain-lain. Nah, risiko ini tentu mengancam kelangsungan rumah tangga kita dan masa depan anak-anak kita.

Nah, apa yang harus kita lakukan menghadapi risiko ini? Bila sebuah perusahaan melakukan manajemen risiko untuk kelangsungan hidupnya, maka demikian juga bagi sebuah rumah tangga. Kita harus mengelola risiko ini. Pengelolaan keuangan sebuah keluarga harus juga termasuk pengeloaan risiko keluarga karena keduanya adalah seperti dua sisi mata uang.

Beberapa hal yang harus Anda Pertimbangkan dalam pengelolaan risiki ini adalah sebagai berikut :

Buatlah Rencana dan Tataplah Masa Depan

Jika Anda gagal merencanakan maka sama dengan Anda merencanakan untuk gagal. Kata-kata sarat makna ini pasti sering kita dengar. Ya, perencanaan itu memang sesuatu hal yang sangat penting dalam hidup kita. Karena itulah kita juga sering menemukan ungkapan perencanaan adalah 50% keberhasilan. Kalau Anda tidak merencanakan hidup Anda itu berarti Anda tidak membuat jalan untuk keberhasilan dan kebahagiaan hidup Anda. Tidak memiliki perencanaan juga berarti bahwa Anda tidak memiliki misi dan visi hidup dan tidak ada tujuan hidup yang Anda perjuangkan.

Apa hubungannya dengan risiko? Ya, karena rencana dan risiko sama-sama berada di masa depan. Perencanaan harus mempertimbangkan risiko. Dalam perencanaan kita harus mempertimbangkan risiko-risiko apa yang kemungkinan akan terjadi di masa depan. Setelah itu kita bisa merencanakan tindakan apa yang harus dilakukan untuk mengurangi risiko tersebut.

Jangan Bertumpu Pada Satu Sumber Penghasilan

Kalau kita memiliki satu sumber penghasilan, jelas itu memiliki risiko tinggi terutama jika penghasilan kita bersumber dari pekerjaan. Ada kemungkinan perusahaan akan merugi dan akan memecat karyawannya. Lihatlah kasus PT Dirgantara Indonesia atau bangkrutnya beberapa bank pada saat krisis ekonomi dulu. Jika kejadian ini menimpa kita, bagaimana dengan pengeluaran rutin Anda? Sekolah anak-anak Anda. Belum lagi masalah psikologis yang akan menimpa Anda dan keluarga.

Nah, untuk menghindari risiko ini sebaiknya Anda harus memikirkan cara untuk mendapatkan sumber penghasilan lain betapapun kecilnya. Bisa dengan membuka usaha kecil-kecilan atau memanfaatkan pengetahuan dan keahlian Anda dengan menulis atau menjadi pengajar. Mungkin hasilnya tidak seberapa pada mulanya. Tapi bukankah perjalanan jauh dimulai dari langkah-langkah kecil?

Bijaksanalah Dengan Pengeluaran Anda

Ya, pengeluaran-pengeluaran yang tidak jelas akan membuat keuangan Anda tidak sehat. Sebaiknya rencanakan dan kelola keuangan Anda dengan bijaksana. Buatlah prioritas belanja sesuai kebutuhan yang paling penting dulu. Lupakanlah keinginan-keinginan yang tidak penting. Belilah barang sesuai kebutuhan keluarga Anda. Jangan membeli sesuatu karena genngsi atau malu dilihat orang.

Hati-hati Dengan Utang

Dengan Anda berutang, berarti Anda mengundang risiko. Kenapa? Karena apabila Anda gagal membayar utang, maka Anda bersiap-siap kehilangan harta Anda dan kredibilitas Anda. Jadi, hati-hatilah dengan utang.

Namun demikian, hal ini bukan berarti berhutang adalah hal haram. Utang bisa membantu kita mendapatkan modal usaha. Utang juga membantu kita mendapatkan barang kebutuhan kita yang harganya mahal seperti rumah atau kendaraan.

Dengan demikian, Anda harus benar-benar selektif dalam berutang. Berutanglah untuk hal-hal yang sangat penting. Pertimbangkan kemampuan membayar Anda dan jangan sampai menggangu pengeluaran rutin Anda. Perhatikan juga skema utang yang ditawarkan. Bagaimana dengan tingkat bunga yang ditawarkan. Bunga efektifkah atau bunga flat. Sistem bunga fixed atau floating.

Diversifikasi Investasi Anda

Kalau Anda sudah mulai melakukan investasi, ingatlah bahwa selain menawarkan keuntungan investasi juga berisiko. Tiap-tiap instrumen investasi memiliki risikonya masing-masing. Pada umumnya, dalam berinvestasi dikenal istilah ”high risk high return”. Semakin besar potensi keuntungan, maka semakin besar pula potensi ruginya.

Untuk meminimalisasi risiko Anda sebaiknya menyimpan uang Anda dalam berbagai jenis investasi. Dengan demikian risiko investasi Anda berkurang.

Proteksi Dengan Asuransi

Dalam dunia yang moderen ini, risiko yang kita pikul bisa kita alihkan kepada fihak lain yaitu perusahaan Asuransi. Dengan demikian, risiko yang kita miliki bisa kita kurangi bahkan bisa kita hilangkan. Namun demikian, sebagai kompensasinya kita mesti memberikan harga atas pengalihan risiko ini. Harga ini dinamakan premi Asuransi. Semakin besar risiko, maka semakin besar pula premi.

Nah, karena asuransi ini memiliki harga, maka sebaiknya juga kita memperhatikan kemampuan keuangan kita. Lakukanlah trade off antara tindakan meminimalisir risiko dengan asuransi dengan kemampuan keuangan kita.

Menabunglah Secara Rutin

Jika berutang mengundang risiko, maka sebaliknya menabung mengurangi risiko keuangan Anda. Dengan menabung, berati likuiditas keuangan Anda besar sehingga jika suatu saat Anda mengalami kerugian atau di PHK atau memerlukan uang tunai untuk sesuatu yang sangat mendadak, maka kejadian ini tidak akan membuat goyah posisi keuangan Anda. So, menabunglah.

Saat ini beberapa perusahaan Asuransi juga menawarkan produk Asuransi yang digabung dengan tabungan. Beberapa bank juga menawarkan produk tabungan dengan proteksi asuransi. Jadi dengan menabung sekaligus Anda melakukan proteksi atas kegagalan Anda untuk menabung karena cacat tetap atau meninggal dunia.

Agar kegiatan menabung Anda lancar, sebaiknya Anda merencanakan jumlah yang akan ditabung tiap bulan. Kemudian pilihlah produk tabungan berjangka yang hanya bisa diambil setelah jangka waktu tertentu. Pilih juga tabungan yang diproteksi oleh Asuransi sehingga jika kita tidak mampu menyetor tabungan, tabungan tersebut bisa diteruskan oleh perusahaan Asuransi.

Senin, 17 Desember 2007

Berkenalan Dengan Reksa Dana

Pada edisi yang lalu kita telah berbicara sekilas mengenai apa itu saham. Sekarang, saya akan mengajak Anda berkenalan dengan apa yang namanya Reksa Dana. Dalam Bahasa Inggris, Reksa Dana dikenal dengan nama mutual fund.

Reksa Dana adalah sebuah bentuk investasi yang dilakukan secara kolektif (bersama-sama), dan investasi ini dikelola oleh sebuah perusahaan manajemen investasi. Perusahaan manajemen investasi adalah perusahaan yang kerjanya mengelola investasi nasabahnya.

Sebagai contoh, ada investor A, B, C, D, dan E masing-masing memiliki uang berbeda-beda dan memutuskan untuk melakukan investasi secara bersama-sama. Di sini, mereka bisa menggabungkan semua uang yang mereka miliki untuk diserahkan pengelolaan investasinya pada sebuah perusahaan manajemen investasi.

Nantinya, apabila investasi itu memberikan keuntungan, katakan sebesar 15% dalam setahun, maka masing-masing dari investor tersebut akan mendapatkan keuntungan yang besarnya sesuai dengan proporsi jumlah yang mereka investasikan. Tapi bila investasi itu merugi, tentu saja masing-masing dari mereka juga akan merugi sesuai dengan proporsi jumlah yang mereka investasikan tadi.

Nah, bentuk investasi yang dilakukan secara kolektif (bersama) di mana pengelolaan investasinya diserahkan kepada sebuah perusahaan manajemen investasi inilah yang disebut dengan nama investasi Reksa Dana. Perusahaan Manajemen Investasi (selanjutnya kita sebut saja Manajer Investasi) inilah yang lalu akan melakukan investasi ke berbagai macam produk investasi seperti saham, deposito, surat utang, dan lain sebagainya. Reksa Dana sebetulnya merupakan cara yang baik untuk melakukan investasi, karena investasi Anda dikelola oleh tim pengelola investasi yang memang cakap dan (biasanya) berpengalaman.

Bagaimana Cara Kerja Reksa Dana?

Dalam prakteknya, Manajer investasi tidak menunggu investor untuk memasukkan uang lebih dulu sebelum mereka membeli produk investasi, tapi dibalik. Mereka beli dulu produk-produk investasinya, baru kemudian investasi itu dijajakan kepada investor.

Bagaimana caranya? Oke, pertama-tama, manajer investasi (yang menerbitkan Reksa Dana) akan mengundang sejumlah pihak untuk menjadi sponsor/promotor (penyandang dana). Dari sponsor inilah akan didapat dana yang cukup besar, yang akan dialokasikan ke sejumlah produk investasi.

Untuk contoh, kita misalkan saja total dana yang didapat dari sponsor adalah Rp 1 triliun. Dana sebesar itu, oleh Perusahaan Reksa Dana (melalui tim pengelola investasi-nya) akan dibelikan sejumlah investasi, seperti dibelikan sejumlah deposito di berbagai bank, dengan jangka waktu satu bulan. Contoh seperti Tabel 1.

Setelah itu, Perusahaan Reksa Dana akan membagi investasi tersebut ke dalam pecahan-pecahan kecil, yang disebut dengan nama Unit Penyertaan (UP), dimana masing-masing UP akan bernilai Rp 1.000. Sehingga dari total investasi senilai Rp 1 triliun seperti dicontohkan diatas akan didapat UP sebanyak Rp 1 triliun : Rp 1.000 = 1 miliar UP.

Nah, UP inilah yang akan diterbitkan dan dijual ke masyarakat. Dengan demikian, investasi yang dilakukan oleh investor adalah dengan cara membeli UP itu. Untuk menyeragamkan, maka UP Reksa Dana pada awalnya selalu dijual dengan harga awal Rp 1.000. Dalam hal ini, harga atau nilai UP tersebut disebut juga dengan Nilai Aktiva Bersih (NAB).

Jumlah UP yang dibeli investor berbeda-beda, ada yang hanya membeli 100 UP, tetapi ada juga yang membeli 1.000, 5.000, atau bahkan 10.000 UP. Semua itu tergantung dana masing-masing investor. Selain itu, investor juga harus membayar komisi untuk Perusahaan Reksa Dana, yang biasanya maksimal sekitar 0,75% sampai dengan 3% dari total investasi Anda. Sebagai contoh, bila Anda membeli 1.000 UP dengan harga total Rp 1.000.000, maka Anda harus menambahkan sekitar Rp 7.500 sampai Rp 30.000 untuk komisi manajer investasi.

Dalam dunia reksa dana, komisi untuk manajer investasi ini sering disebut dengan nama "biaya penjualan". Ini karena komisi tersebut harus Anda bayar pada saat Anda membeli UP yang dijual itu.

Selanjutnya, karena reksa dana diatas dialokasikan ke dalam Deposito Berjangka 1 bulan, maka tentunya setelah 1 bulan, akan ada bunga deposito yang didapat, sehingga akibatnya NAB dari UP Anda akan naik. Dalam contoh di atas, kita misalkan bahwa masing-masing deposito akan memberi bunga yang sama (meski kenyataannya akan berbeda-beda), seperti contoh tabel 2.

Menurut contoh tersebut, nilai UP yang tadinya dibeli seharga Rp 1.000, setelah satu bulan telah naik menjadi Rp 1.010. Ini berarti, dalam 1 bulan, si pemilik UP (investor) telah mendapatkan kenaikan NAB sebesar 1% per bulan.

Dalam kenyataannya, perubahan NAB suatu reksa dana sangat bergantung pada instrumen investasi yang dipilih tim pengelola investasi. Apabila mereka memilih instrumen deposito sebagai produk investasinya, maka NAB reksa dananya akan terus naik dan tidak mungkin mengalami penurunan. Ini karena sifat deposito yang pasti memberikan keuntungan berupa bunga, sehingga akan terus menambah nilai aset reksa dana.

Tapi ada juga reksa dana yang khusus berinvestasi ke dalam saham. Saham, tidak seperti deposito, memiliki kemungkinan keuntungan yang tidak pasti sifatnya. Bisa naik, bisa pula turun. Karena itu, nilai UP pada reksa dana saham memiliki kemungkinan untuk naik dan juga untuk turun. UP yang tadinya Anda beli seharga Rp 1.000, misalnya, bisa saja jadi Rp 900 pada satu bulan kemudian karena saham-saham yang dipilih oleh manajer investasi turun nilainya. Di sisi lain, bila nilai saham naik, besar kenaikan tersebut bisa lebih besar daripada deposito. Itulah sebabnya, reksa dana jenis ini disebut dengan nama reksa dana growth income.

Reksa dana lainnya ada yang berinvestasi ke dalam obligasi (surat hutang), dan ada juga yang berinvestasi ke dalam kombinasi dari dua atau lebih instrumen investasi, semisal gabungan saham dan obligasi, atau obligasi dan deposito.

Jadi, sebelum membeli reksa dana, tanyalah pada si penjual reksa dana atau bacalah terlebih dahulu prospektusnya (penjelasannya) sehingga Anda tahu reksa dana jenis apakah yang akan Anda beli. Apakah itu reksa dana yang mengalokasikan investasinya pada saham, obligasi, deposito, atau kombinasi antara dua atau tiga instrumen investasi.

Menjual Kembali Reksa Dana Yang Telah Anda Miliki

Setelah beberapa waktu, Anda bisa menjual kembali UP yang Anda miliki kepada perusahaan reksa dana Anda. Jenis reksa dana di mana Anda bisa menjual kembali UP Anda kepada perusahaan penerbitnya disebut dengan nama Reksa Dana Terbuka (open end mutual fund). Lawan dari Reksa Dana Terbuka adalah Reksa Dana Tertutup (closed end mutual fund). Reksa Dana Tertutup adalah jenis reksa dana di mana Anda tidak bisa menjual UP yang Anda miliki kepada penerbitnya, tapi Anda hanya bisa menjualnya kepada investor yang lain, dan penjualan tersebut harus dilakukan lewat bursa.

Untuk Reksa Dana Terbuka, bila sewaktu-waktu Anda ingin menjual UP Anda, maka Anda bisa menjualnya kembali kepada penerbit reksa dana Anda, dan perusahaan reksa dana dilarang untuk menolak penjualan kembali UP dari nasabahnya. Ini tentunya akan menguntungkan Anda.

Sebaliknya, pada Reksa Dana Tertutup, proses penjualan kembali sering mengalami hambatan karena tidak selalu ada investor yang mau membeli UP Reksa Dana Anda. Jadi dengan kata lain, UP dari Reksa Dana Terbuka lebih likuid dari UP pada Reksa Dana Tertutup.

Sumber Tulisan Safir Senduk

Jenis-jenis Penghasilan

Keluarga sebagai suatu unit terkecil dalam masyarakat memerlukan pendanaan (financing) dalam melakukan segala aktivitasnya. Pendanaan ini memegang peranan penting dalam berbagai urusan keluarga. Banyak sekali kegagalan dan masalah dalam rumah tangga berawal dari urusan keuangan ini, baik dalam urusan sumber penghasilannya (pendanaan), maupun dalam urusan pembelanjaan atau pengeluarannya.

Terkait dengan masalah pendanaan rumah tangga, ada beberapa jenis penghasilan yang menjadi tumpuan sebuah keluarga. Jenis-jenis penghasilan tersebut adalah :

Penghasilan dari pekerjaan

Seagian besar keluarga biasanya mengandalkan penghasilannya dari pekerjaan ini. Karakteristik dari penghasilan ini biasanya adalah berbanding lurus dengan waktu kita yang kita sisihkan untuk melakukan pekerjaan. Semakin banyak waktu yang kita gunakan untuk bekerja maka semakin banyak pula penghasilan yang kita dapatkan. Sebaliknya, semakin kita kurangi jam kerja kita, maka semakin kecil juga penghasilan yang kita dapatkan.

Masing-masing jenis pekerjaan tentu berbeda-beda imbalan yang diberikan tergantung kepada terutama pasar tenaga kerja. Semakin langka suatu keahlian, maka biasanya semakin besar juga tingkat imbalan yang diberikan. Begitu pula, semakin sulit dan sukar suatu pekerjaan, maka imbalannya juga semakin besar.

Nah, apabila kita menginginkan penghasilan yang relatif lebih besar daripada orang kebanyakan, tentu kita memerlukan suatu keahlian yang khusus yang tidak dimiliki oleh kebanyakan orang. Untuk mendapatkan penghasilan ini biasanya kita perlu pendidikan khusus seperti kuliah di jurusan-jurusan yang bidangnya sedang dicari oleh pasar atau bisa melalui kursus-kursus singkat.

Namun demikian, kelemahan dari penghasilan ini adalah bahwa kita harus menyisihkan waktu dan tenaga untuk memperolehnya. Sementara waktu kita dibatasi hanya 24 jam sehari yang kita harus bagikan juga untuk istirahat, untuk bersenang-senang dan juga waktu untuk keluarga dan masyarakat sekitar. Kita juga memiliki resiko seperti sakit atau meninggal dunia sehingga penghasilan ini bisa hilang.

Penghasilan dari pekerjaan bebas

Pekerjaan bebas (bisa juga disebut self employee) adalah kita melakukan pekerjaan tetapi kita tidak terikat pada perusahaan atau pimpinan. Jadi di sini kita buka praktek sendiri memberikan suatu jasa kepada masyarakat yang memerlukannya. Pengguna jasa langsung memberikan imbalannya kepada kita. Contoh pekerjaan bebas yang sering kita temui di masyarakat adalah pekerjaan bebas yang dilakukan oleh dokter atau bidan. Mereka biasanya, selain bekerja pada rumah sakit, juga bisa membuka praktek dokter atau praktek bidan di rumah sendiri atau tempat lain yang disewa. Contoh-contoh yang lain bisa saya sebutkan misalnya pekerjaan bebas yang dilakukan oleh Akuntan, Konsultan, Pengacara, Notaris, dan lain-lain.

Penghasilan seperti ini biasanya memberikan imbalan yang lebih besar daripada penghasilan dari pekerjaan. Potensi penghasilannya pun tidak terlalu dibatasi waktu apabila kita bisa mendelegasikan pekerjaan kita kepada pegawai atau partner. Namun syaratnya biasanya kita harus punya nama dan dikenal luas karena keahlian kita.

Penghasilan dari kegiatan usaha

Apabila kita menginginkan penghasilan yang potensinya tidak terbatas maka jawabannya adalah menjadi pengusaha. Berita bagusnya adalah bahwa untuk menjadi pengusaha kita tidak perlu keahlian khusus seperti melakukan pekerjaan bebas. Kita juga tidak memerlukan sekolah tinggi-tinggi seperti halnya mau melamar kerja. Berita buruknya adalah kita harus menghadapi risiko kegagalan dan kebangkrutan. Karena berita buruk inilah sebagian besar orang lebih memilih tidak menjadi pengusaha. Mereka merasa lebih aman menjadi pekerja atau pegawai yang mendapatkan penghasilan rutin tiap bulan walaupun potensi penambahan penghasilannya kecil.

Karakteristik penghasilan dari kegiatan usaha ini adalah biasanya pada awalnya kita akan mencurahkan banyak waktu untuk mengurus bisnis. Kegiatan mencari barang atau produk yang akan kita jual memerlukan waktu yang tidak banyak. Ditambah lagi kita harus mencurahkan waktu untuk mencari pelanggan serta mencari daerah pemasaran yang potensial. Namun, dengan seiringnya waktu, waktu yang dicurahkan semakin sedikit. Sebaliknya penghasilan biasanya semakin bertambah. Bahkan bukan tidak mungkin suatu waktu kita bisa mendelegasikan bisnis kita pada orang lain yang berarti kita tidak terikat lagi oleh waktu. Sementara itu, penghasilan yang kita peroleh mengalir terus.

Penghasilan dari modal (Passive Income)

Apabila kita memiliki properti dan kita sewakan maka kita akan mendapatkan penghasilan berupa uang sewa. Apabila kita punya uang terus kita depositokan, maka kita akan memiliki penghasilan berupa bunga. Apabila kita memiliki saham, maka kita akan mendapatkan penghasilan berupa dividen.

Nah, itulah contoh penghasilan dari modal. Orang biasanya menyebut passive income karena karakteristik penghasilan ini tidak memerlukan usaha dan waktu sementara penghasilannya data sendiri walaupun kita tidur pulas.

Jenis penghasilan inilah yang kita cari-cari karena sifatnya itu. Kita cukup bersenang-senang dengan anak istri, sementara penghasilan datang sendiri. Waktu kita bisa kita gunakan untuk hal yang lebih berguna. Untuk keluarga, untuk hobby, bahkan untuk mengurus bisnis yang lain.

Namun berita buruknya bagi kita adalah bahwa kita tidak bisa dengan sekejap mengumpulkan modal kecuali kita punya warisan dari orang tua yang kaya-raya. Sebagian kita adalah orang-orang biasa yang memulai kehidupan dari nol. Dimulai dari sekolah kemudian kuliah dan (kalau beruntung) kerja.

Dengan demikian, kita perlu untuk menabung atau menyisihkan penghasilan rutin untuk memupuk modal agar suatu saat kita bisa mendapatkan passive income. Dan penghasilan seperti ini saya yakin akan kita butuhkan ketika kita pensiun di mana fisik dan kesehatan kita sudah tidak memungkinkan lagi untuk bekerja.

Penghasillan dari kekayaan intelektual

Tahukah Anda JK Rowlings? Saya yakin Anda tahu walaupun mungkin tidak pernah membaca bukunya seperti saya. JK Rowlings ini termasuk orang super kaya baru di dunia karena mendapatkan penghasilan dari hak properti atau kekayaan intelektual. Ya, buku karangannya, Harry Potter, adalah hasil karya intelektualnya yang kemudian memberikan penghasilan berupa royalti dari setiap buku yang terjual.

Kekayaan intelektual atau hak properti bisa berupa hasil karangan, formula atau rumus tertentu dalam bidang ilmu pengetahuan, resep khusus dalam mebuat suatu makanan, dan juga merek dagang. Biasanya kita harus melakukan usaha dulu untuk mendapatkan kekayaan intelektual ini seperti mengarang sebuah buku, melakukan penelitian atau membangun merek yang dikenal masyarakat.

Apabila kita sudah memilikinya, maka penghasilan yang berupa royaltipun akan mengalir.

Nah, dari kelima jenis penghasilan itu idealnya kita harus memiliki penghasilan berupa passive income agar hidup kita berkualitas. Masalahnya adalah untuk mendapatkan passive income tersebut kita harus bekerja keras dulu untuk mendapatkan modal atau untuk memperoleh kekayaan intelektual. Untuk memperoleh modal dan kekayaan fisik kita mesti bekerja dulu atau melakukan usaha. Begitu juga untuk mendapatkan hak properti kita mesti melakukan usaha yang keras pada awalnya.

Jadi, di manapun kita sekarang berada, sebagai karyawankah atau sebagai pengusahakah, kita semestinya menuju pada keadaan di mana passive income lah penghasilan utama kita. Kapan itu kita dapat? Lebih cepat lebih baik. Paling tidak pada saat kita pensiun passive income kita dapat menggantikan gaji kita. Semoga.

Salam.