Kamis, 03 Januari 2008

Mengatasi Utang Kartu Kredit

BEBERAPA media baru-baru ini membeberkan data bahwa jumlah kredit bermasalah akibat penggunaan kartu kredit mencapai Rp 1,01 triliun. Mungkin di antara kita juga ada yang mengalami masalah dengan tagihan kartu kredit. Dengan bunga rata-rata di atas 3% sesungguhnya kartu kredit bukan hanya menawarkan kemudahan dalam berbelanja, namun juga bisa menjerat kita bila tidak hati-hati dalam menggunakannya. Selama ini mungkin kita telah terjebak dengan utang kartu kredit yang semakin menumpuk sehingga bahkan untuk membayar pembayaran minimum kita sudah kerepotan.
Cara terbaik menggunakan kartu kredit

Banyak pengguna kartu kredit memilih untuk membayar penuh kartu kredit sebelum tanggal pencetakan tagihan kartu kredit setiap bulan. Mereka adalah tipe pelanggan yang cerdik dan hanya menggunakan kartu kredit sebagai cara yang nyaman untuk mengendalikan pengeluaran dan berbelanja tanpa menggunakan uang tunai atau cek. Mereka memanfaatkan jeda waktu bebas bunga yakni antara tanggal belanja dengan waktu sebelum tagihan kartu kredit dicetak. Pada saat jeda waktu tersebut maka bunga kartu kredit belum dihitung dan bila kita membayar lunas sebelum tagihan kartu kredit dicetak maka kita tidak dikenakan bunga sama sekali. Pelanggan dengan perilaku seperti ini mengambil manfaat yang sangat tinggi dari kartu kredit. Ia juga dapat menikmati discount hasil membelanjakan kartu serta mendapatkan poin untuk kemungkinan mendapat hadiah. Namun saat ini beberapa kartu kredit telah mengenakan bunga sejak tanggal transaksi. Maka telitilah dan tanyakan kepada customer service kartu kredit tersebut bagaimana mereka mengenakan bunga. Pilihlah kartu kredit yang mempunyai jeda waktu bebas bunga.

Mengatasi tagihan kartu kredit yang membengkak

Sebelum kita benar-benar terjebak dalam utang kartu kredit yang "abadi" maka ada beberapa cara yang dapat dilakukan yakni:

  1. Manfaatkan program transfer balance berbunga rendah dari beberapa bank penyelenggara kartu kredit. Saat ini beberapa bank menawarkan untuk melunasi tagihan kartu kredit kita dengan cara memindahkan saldo tagihan kartu kredit kita kepada kartu kredit terbitan bank atau lembaga keuangan yang menawarkan fasilitas tersebut. Yang menarik, program transfer balance tersebut menawarkan bunga yang jauh lebih rendah bahkan bebas bunga selama periode tertentu. Cobalah untuk memanfaatkan program tersebut. Pindahkan seluruh tagihan kita saat ini, ke bank yang menyelenggarakan program transfer balance kartu kredit tersebut. Kalau mungkin pindahkan semua tagihan kartu kredit ke program transfer balance tersebut. Dengan demikian maka kita akan menyatukan seluruh tagihan kartu kredit kita ke dalam satu kartu kredit dengan bunga yang jauh lebih rendah. Program transfer balance banyak ditawarkan dengan jangka waktu tertentu misalkan 3 bulan, 6 bulan dan 1 tahun. Jadi sesuaikan kemampuan keuangan kita dan pilihlah yang paling cocok dengan jangka waktu tersebut. Apabila ini dilakukan, maka beban keuangan kita akan menurun, bahkan mungkin kita dapat memiliki napas lebih besar untuk segera dapat melunasi seluruh tagihan.
  2. Manfaatkan tawaran pinjaman pribadi tanpa agunan (multiguna) dari beberapa bank. Saat ini beberapa bank juga menawarkan pinjaman pribadi tanpa agunan dengan cicilan tetap per bulan. Cobalah analisis kemampuan bayar kita per bulan. Ambillah cicilan per bulan yang dapat ditanggung kita. Lunasilah seluruh tagihan kartu kredit kita dengan pinjaman tersebut. Bila ini dilakukan niscaya akan terasa bahwa secara pengeluaran per bulan akan lebih meringankan beban keuangan kita.

Kedua program tersebut dapat menjadi alternatif yang cukup baik untuk menyelesaikan kewajiban kita melunasi kartu kredit. Namun biasanya para analis kartu kredit program transfer balance dan pinjaman tanpa agunan akan melihat track record pembayaran kartu kredit kita dan pembayaran kredit lainnya di bank lain jika ada. Jika analis tersebut melihat sejarah kartu kredit kita cukup baik, dalam arti minimal selalu membayar jumlah minimum pembayaran secara tepat waktu maka biasanya mereka akan mengabulkan permohonan kita. Para analis kartu kredit akan mengetahui sejarah kartu kredit kita karena di antara bank dan lembaga keuangan tersebut saling bertukar informasi. Mereka akan mengetahui informasi mengenai track record kita terhadap kartu kredit seperti mengenai berapa banyak kartu kredit yang dimiliki, berapa seluruh tagihan kartu kredit, bagaimana kita dalam membelanjakan kartu kredit, bagaimana pola pembayaran cicilan, apakah selalu membayar tepat waktu atau bahkan selalu telat? Maka dari itu usahakan agar kita selalu dapat membayar tagihan kartu kredit secara tepat waktu.
Sebelum kita benar-benar terjebak dalam "lingkaran setan" utang kartu kredit maka strategi menyelesaikan utang kartu kredit menggunakan 2 cara tersebut sebenarnya juga mensyaratkan kita untuk menghentikan penggunaan kartu kredit selama tagihan kartu kredit belum lunas. Kita benar-benar harus memiliki disiplin ekstra sementara waktu untuk tidak menggunakan kartu kredit. Cara paling ekstrem adalah patahkan saja kartu kredit kita atau simpan saja di rumah dan jangan dibawa dalam dompet.
Bagaimana bila program transfer balance dan pinjaman tanpa agunan gagal didapatkan? Kemungkinan besar selama ini kita sering tidak membayar tagihan kartu kredit secara tepat waktu. Apabila ini terjadi, cobalah selama minimal 3 bulan ke depan usahakan agar tagihan minimum kartu kredit dibayar secara tepat waktu dan mudah-mudahan selama jangka waktu tersebut program transfer balance dan juga program kredit tanpa agunan masih marak ditawarkan oleh bank-bank dan lembaga keuangan lainnya. Ajukan permohonan kembali.
Bagaimana bila seluruh alternatif di atas tidak bisa dilakukan? Cobalah untuk mendatangi dengan baik-baik penerbit kartu kredit kita dan katakan dengan sejujurnya mengenai kemampuan kita dalam membayar seluruh tagihan tersebut. Ajukan jadwal pembayaran yang sesuai dengan kemampuan keuangan kita saat ini dan proyeksi keuangan dalam masa datang. Hemat saya janganlah kita mengemplang sama sekali tagihan kartu kredit, karena dapat menyulitkan kita di kemudian hari. Bagaimanapun utang harus dibayar dengan seluruh kemampuan kita. Bukan tidak mungkin suatu saat kita menjadi seorang pengusaha dan membutuhkan kredit dari bank, namun ternyata kita memiliki catatan track record yang jelek di bank tersebut maka tentunya kemungkinan kredit tersebut ditolak akan semakin besar.
Sikap terbaik memandang kartu kredit
Memiliki kartu kredit atau kemampuan berutang sesungguhnya membuktikan bahwa kita dipercaya orang atau lembaga keuangan. Kredit merupakan sarana penting dalam kehidupan keuangan kita selama kita dapat memastikan bahwa utang tersebut dapat dibayar. Pastikan kita dapat memanfaatkan kredit dengan baik sehingga kualitas kehidupan kita semakin meningkat, dan bukannya semakin sengsara karena dikejar-kejar tukang tagih.
Mengingat bunga kartu kredit yang cukup mahal maka sikap terbaik kita terhadap kartu kredit adalah memandang kartu kredit sebagai sarana untuk memudahkan dan keamanan dalam melakukan transaksi pembelian atau pembayaran. Bukan sebagai sarana kemudahan untuk berutang. Sudah banyak contoh pemegang kartu kredit yang terjebak dalam "lingkaran setan" utang karena memandang kartu kredit sebagai kemudahan untuk berutang. Padahal pada dasarnya kartu kredit merupakan sarana pengganti transaksi uang tunai yang aman dan mudah. Demikian semoga bermanfaat!**

Sumber :

Suplemen Hikmah Pikiran Rakyat

Letakan Script iklan sahabat Disini

Tidak ada komentar: